Senin, 02 Agustus 2010

Toko Buku, Membaca, Menulis dan Kamu


Sebutkan 4 hal yang bisa bikin lengkap hari-hari kamu.
1. Toko buku
2. Membaca
3. Menulis
4. Kamu
Kalo ada yang menanyakan hal itu, begitulah jawabku. Toko buku, membaca, menulis dan kamu.
Ya, dari dulu, sejak kecil, entah bagaimana cara ayah dan bundaku membiasakanku, tapi toko buku, membaca dan menulis, begitu dekat denganku.
Aku lebih suka dan bersemangat diajak ke toko buku daripada diajak keluar kota. Aku lebih suka menghabiskan waktu di toko buku, dari pada menghabiskan waktu untuk hang-out bareng temen. Aku lebih nyaman ada di toko buku, daripada aku ada di suatu wahana bermain yang amat sangat lengkap dan disukai semua orang. Bahkan ketika aku merasa marah atau sedih, toko buku tempat terbaik untuk meredam semua amarah dan kesedihan itu. Meskipun aku tak selalu membeli sesuatu disana.
Dan aku ini suka membaca. Membaca buku bisa bikin aku lupa waktu. Membaca buku bisa bikin aku tenggelam dalam dunia yang baru. Membaca buku membuat aku tak ingin melakukan hal yang lain, dan itu membuatku dimarahi ayah dan bunda :D
Lalu menulis? Wow, suka ga suka, aku harus akui, kalo aku ini gila menulis. Bahkan, pelajaran yang amat sangat kunikmati dan selalu saja melebihi batas maksimal adalah pelajaran mengarang :D Aku suka menulis cerpen. Aku suka menulis puisi, Aku suka menulis sebaris dua baris kata penyemangat. Aku suka menulis hal-hal yang serius dan tentu saja aku suka menulis sesuatu yang bisa mewakili perasaanku. Aku bisa lupa makan jika sedang asyik menulis. Malah suatu hari, aku bisa tak tidur ketika terlalu menyelami tulisan yang sedang kutulis. Dan besoknya, bangun kesiangan! :D dan tentu saja kena marah ayah dan bunda (lagi). :D
Toko buku, membaca, menulis, lalu..... kamu... ya, kamu.
Mana aku tahu kalo kamu akan menyusul langkah toko buku, membaca dan menulis yang sejak dulu mampu membuat hari-hari ku terasa lebih indah. Jangankan sengaja memasukkanmu ke daftar itu, bermimpi pun tidak. Tapi begitulah kenyataannya. Kehadiranmu yang tiba-tiba, waktu yang singkat yang kita punya, kepergianmu yang meninggalkan begitu banyak luka, yang seharusnya membuatku menjauhi masa lalu, toh nyatanya tak sanggup menggeser posisimu di daftar pelengkap hari-hari ku.